Serambi Nusantara – Komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan budaya lokal terus ditunjukkan Dara Baro, UMKM perempuan binaan Pertamina yang bergerak di bidang fesyen berkelanjutan. Menjelang Lebaran 2025, koleksi busana dari limbah kain wastra Nusantara seperti jumputan, tenun, dan batik karya Dara Baro ludes terjual di sejumlah gerai besar di Jakarta.
Tak sekadar mengikuti tren, koleksi ini menjadi bentuk nyata kecintaan pada bumi. Mengadopsi teknik boro dari Jepang metode kreatif menjahit dan menambal kain bekas menjadi busana baru — Dara Baro berhasil mengubah sisa tekstil menjadi karya bernilai tinggi, sarat makna dan estetika.
Pendiri Dara Baro, Dimita Agustin, menegaskan bahwa semangat mereknya adalah mengajak masyarakat menjaga bumi lewat fesyen.
“Setiap potongan kain punya cerita. Melalui teknik boro, kami ingin menunjukkan bahwa sisa bukan berarti sia-sia. Kami juga ingin menginspirasi generasi muda bahwa industri kreatif bisa berdampak sosial dan lingkungan secara nyata,” ujar Dimita dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (29/4/2025).
Sejalan dengan momentum Hari Bumi 2025, Dara Baro semakin meneguhkan komitmennya terhadap fesyen berkelanjutan.
Kiprah Dara Baro tak hanya mendapat sambutan positif di dalam negeri. Brand ini baru saja mendapatkan undangan eksklusif dari L’adresse Paris, platform fashion prestisius di Prancis yang terkenal dengan kurasi ketatnya. Selain itu, Dara Baro juga mewakili Indonesia dalam Osaka Expo 2025 di Jepang, berkat konsep produksi fashion berbahan limbah perca dan orientasi pada prinsip keberlanjutan.
Lebih dari sekadar bisnis, Dara Baro membuka ruang pemberdayaan dengan melibatkan siswa-siswi magang dari sekolah mode untuk belajar mengolah limbah kain menjadi produk bernilai jual tinggi. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana keberlanjutan bisa berjalan beriringan dengan edukasi dan pemberdayaan generasi muda.
Konsistensi Dara Baro dalam mengusung konsep upcycle fashion tak luput dari perhatian pemerintah. Tahun lalu, mereka meraih penghargaan Best Eco Friendly Product dari Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas penerapan prinsip ramah lingkungan dalam produksi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, turut memberikan apresiasi atas pencapaian UMKM Binaan Pertamina tersebut.
“Pertamina bangga menjadi bagian dari perjalanan Dara Baro. Ini bukti bahwa UMKM perempuan Indonesia mampu bersaing di level global dengan menjunjung prinsip keberlanjutan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar tidak hanya tumbuh, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Fadjar.
Pendampingan Pertamina terhadap UMKM, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya poin ketiga yang menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas, pengembangan industri kreatif, dan mendorong kewirausahaan.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina membuktikan komitmennya dalam mendorong UMKM naik kelas. Dara Baro menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan mampu membuka pintu menuju pasar global.
(GP)

